Mesuji Lampung
Dana hasil damai konflik antara Desa labuhan mulya dan Desa labuhan permai, Kecamatan Way serdang, 14 Agustus 2019 lalu. Dana konflik tersebut sebagian diduga kuat digelapan ketua panitia.
Perdaiamaan tersebut dilaksanakan di HOTEL,Bukit randu Bandar lampung.
Di hadiri mentri sosial.
Waktu berlangsung 5 sampai 6 hari lama nya.
“Acara tersebut dihadiri Menteri sosial, Dinas sosial kabupaten mesuji, juadi babin kamtibmas Labuhan Permai dan Ibrahim bhabin kamtibnas Labuhan Mulya.
Bakat plt Kades Labuhan Mulya. Asep plt Kades Labuhan Permai
Bu Sulastri saat ini duduk menjadi anggota Dewan dari Praksi PKB merupakan kepala rombongan Desa labuhan mulya dan Maisah kepala rombongan desa labuhan permai.
Hasil damai konflik dua desa alhamdulillah proses konflik pada waktu itu berjalan dengan lancar.
Ditengahi oleh pemerintah langsung dan mendapat konpensasi dari mentri sosial Rp,150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah Untuk dua desa.
Dan di hotel bukit randu itu juga di susunlah ketua,wakil bendahara dan beberapa anggota dari masing masing desa, dari dua Desa tersebut.
Dari dana Rp.150.000.000 itu di bagi dua desa.
Tahap pertama,dana keluar,100.000.000
Dan desa labuhan permai mendapat dana ,RP. 45.000.000
Dana empat lima juta rupiah tersebut untuk membanggun tungu perbatasan dan siger lampung.
Alhamdulillah sdh terlaksana dengan baik.
Sedang kan dana yang Rp 50.000.000 nya.kata nya tahap dua keluar nya.
Menurut keterangan bendahara Labuhan Permai saya sudah menanyakan berulang kali ketua konflik, tidak ada jawaban, hingga kini Desa labuhan permai sama sekali tidak menerima dari uang konflik tersebut.Oleh ketua dari Desa labuhan mulya.
Apakah uang tersebut sudah di ambil sama mereka.
Sedang wacananya Rp.25.000.000 itu bagian desa labuhan permai sudah di sepakati untuk beli sapi karna akan di adakan pengajian akbar.di desa masing masing.
Di lain hari kemudian hari keanggotaan panitia konflik Desa labuhan permai menyakan ke ketua yg ada di Desa labuhan Mulya,sampai saat ini mereka tutup mulut tidak ad keterangan sama sekali.
Terkait hal ini ketua konflik Labuhan Mulya belum bisa dihubungi, hingga berita ini diterbitkan.
(Dedi Fakta).
